penawaran spesial

Diskon 10% untuk semua produk
1 Desember 2010

Kanker Serviks

1. Apa itu Kanker Serviks?
Kanker Serviks (Cervical Cancer), atau biasa disebut kanker rahim / kanker mulut rahim adalah kanker yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) yang menyerang organ reproduksi wanita pada bagian vagina atau mulut rahim. Dari ratusan tipe HPV, yang paling berbahaya yang bisa menyebabkan kanker serviks adalah HPV 16 & HPV 18.

HPV menimbulkan kutil pada pria maupun wanita, termasuk kutil pada kelamin yang disebut kondiloma akuminatum. Apabila terjadi infeksi dalam waktu yang lama & kekebalan tubuh menurun, infeksi akan mengganas & bisa menyebabkan kanker serviks. Pada stadium lanjut, kanker serviks dapat menyebar ke organ lain.


Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), di Indonesia setiap tahun terdeteksi 15.000 kasus dengan 8.000 diantaranya berakhir dengan kematian. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita kanker serviks tertinggi di dunia.



2. Cara penularan Kanker Serviks
Penularan HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak efektiv untuk mencegah penularan virus ini, karena virus ini bisa menular melalui cairan. Selain itu virus ini bisa menular dengan kontak langsung antar organ genital, oral ke genital, ataupun melalui sentuhan kulit.

3. Gejala Kanker Serviks
Gejala awal kanker serviks ini tidak selalu kelihatan, terutama pada stadium dini. Beberapa gejala yang patut diwaspadai oleh kaum hawa adalah sbb:
  • - Keputihan atau mengeluarkan sedikit darah setelah berhubungan intim
  • - Keluarnya cairan kekuningan di area genital
Pada stadium lanjut, gejala yang mucul adalah:
  • - Rasa sakit & pendarahan saat berhubungan intim
  • - Keputihan yang berlebihan & tidak normal
  • - Pendarahan di luar siklus menstruasi
  • - Penurunan berat badan drastis 
  • - Apabila penyebaran virus sudah mencapai panggul, penderita akan mengalami nyeri  punggung
  • - Adanya hambatan dalam kemih & pembesaran ginjal

0 komentar:

Posting Komentar